Diantara 14 tehnik yang tergabung dalam SEFT, ada dua tehnik utama yang mendasari SEFT yakni ENERGY PSYCHOLOGY dan SPIRITUALITY, berikut penjelasan ilmiah tentang dua tehnik utama tersebut.
# THE SCIENCE OF ENERGY PSYCHOLOGY
Energy Psychology adalah bidang ilmu yang relatif baru. Walaupun embrionya yang berupa prinsip-prinsip Energy Healing telah dipraktikkan oleh para dokter Tiongkok kuno lebih dari 5000 tahun yang lalu, tetapi Energy Psychology baru dikenal luas sejak penemuan di tahun 1980-an. Saat itu Energy Psychology masih menjadi barang mewah yang hanya bisa dipelajari oleh terapis berkantong tebal.
Baru pada pertengahan tahun 1990-an Energy Psychology yang diwakili oleh dengan EFT-nya ( Gary Craig disebut sebagai the Ambassador of Energy Psychology) bisa menjadi konsumsi orang awam, dan digunakan secara luas di Amerika dan Eropa.
menurut Dr. David Freinstein
“Energy psychology applies principles and techniques for working with the body's physical energies to facilitate desired changes in emotions, thought, and behavior”
“Energy psychology adalah seperangkat prinsip dan teknik memanfaatkan sistem energy tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan perilaku”
Pengaruh sistem energi tubuh terhadap dimensi “emosi” inilah yang diteliti oleh Dr. Roger Callahan. Setelah penemuan pertamanya yang tanpa disengaja bersama client-nya, Mary, Dr. Callahan bereksperimentasi dengan teknik baru ini.
Eksperimentasi dilakukan dengan tanpa menggunakan jarum (seperti dalam acupuncture) ataupun menekan secara berlebihan (seperti dalam acupressure), tetapi hanya dengan menggunakan ketukan ringan dengan ujung jari (tapping) pada daerah tubuh tertentu. Dengan eksperimen ini, Dr. Callahan telah banyak membantu pasiennya sembuh dari berbagai masalah psikologis dengan sangat cepat (dalam hitungan menit). Dengan penemuan ini akhirnya disimpulkan bahwa:
“The cause of all negative emotions is a disruption in the body's energy system.” " Penyebab segala macam emosi negatif adalah terganggunya sistem energi tubuh" Gary Craig menyebut kesimpulannya ini “The Discovery Statement”.
Mengenai penelitian-penelitian tentang keefektifan Energy Psychology yang diwakili oleh EFT bisa dilihat di www.emofree.com
# THE SCIENCE OF PRAYER AND SPIRITUALITY
Secara tradisional, science dan spirituality lebih sering bentrok daripada akur. Studi pertama tentang peran spiritualitas terhadap kesehatan dilakukan pada tahun 1872 oleh Francis Galton, saudara sepupu dari bapak teori evolusi, Charles Darwin. Studi klasik ini akhirnya berkesimpulan bahwa doa tidak berpengaruh pada umur orang yang berdoa maupun yang didoakan. Tetapi, ini adalah teori yang sudah ketinggalan jaman, karena menurut pakar riset kontemporer tentang doa dan spiritualitas, Bob Barth, penelitian ini tidak menggunakan standar ilmiah penelitian modern.
The Office of Prayer Research, satu lembaga yang didirikan the Parliament of the World's Religions pada bulan Juli 2004 telah mendokumentasikan dan me-review lebih dari 500 riset tentang doa sejak penelitian Francis Galton di tahun 1872. Hasilnya, terdapat banyak bukti ilmiah yang mengatakan bahwa doa dan spiritualitas memang berpengaruh terhadap kesehatan
berikut ini terjemahann kutipan dari tiga topik ceramah Dr. Larry Dossey, MD. :
Dalam sejarah dunia kedokteran, penyakit dilihat sebagai masalah “fisik”. Timbulnya penyakit disebabkan oleh tidak berfungsinya atom, molekul, sel, atau organ tubuh, secara normal. Tubuh, pikiran dan jiwa dilihat sebagai sesuatu yang terpisah.
Tetapi, bukti-bukti ilmiah, mengatakan bahwa bahkan pada penyakit yang umum sekalipun, kondisi pikiran, emosi, sikap, kesadaran, dan doa-doa yang dipanjatkan oleh atau untuk pasien sangat berpengaruh bagi kesembuhannya.
Kesimpulan ini bukan berdasarkan spekulasi filosofis, bukan pula berdasarkan sesuatu yang bersifat mistis, atau keyakinan religius, tetapi telah dibuktikan dalam prosedur penelitian ilmiah yang menjembatani antara dunia sains dan spiritual.
Larry Dossey MD., adalah seorang dokter ahli penyakit dalam yang melakukan penelitian ekstensif tentang efek doa terhadap kesembuhan pasien. Penelitian yang sempat mengguncang dunia kedokteran barat ini dijelaskan secara rinci dan meyakinkan dalam bukunya The Healing Words: The Power of Prayer and The Practice of Medicine. Inti pesan yang ingin disampaikan oleh dokter Dossey adalah bahwa doa dan spiritualitas, terbukti dalam penelitian ilmiah, ternyata memiliki kekuatan yang sama besar dengan pengobatan dan pembedahan.
Sejak bukunya ini diterbitkan pada tahun 1994, mata kuliah “Peran Doa dan Religiusitas dalam Penyembuhan” diajarkan di 80 fakultas kedokteran di Amerika.
SPIRITUAL POWER + ENERGY PSICHOLOGY
Mengingat bukti-bukti ilmiah tentang keampuhan Energy Psychology serta doa dan spiritualitas dalam penyembuhan, maka penggabungan 2 kekuatan ini menjadi apa yang dinamakan SEFT. Efek dahsyat dari penggabungan dua kekuatan ini disebut Amplifiying Effect (efek pelipatgandaan)
Monday, December 1, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment